Sabtu, 16 Juli 2016

Waktu

Waktu, Kita Berteman

Dalam jenuh, aku terima makna. Aku bersandar menunggu waktu. Yahh.. waktu. Meskipun saat ini terbuka lebar, tapi keheningan dan kebosanan seperti menutup rapat waktu itu.

Dalam jenuh, aku terdiam melihat kilauan air dari tamparan sang mentari sore. Ia menyelah di antara dedaunan bakau hingga menemukan si kecil menari di bawah dau kering yang jatuh, mengambang di atas air payau.. ohh ikan kecil engkau muda dan penuh semangat sedang menyindir yang sepi dan diam.

Sore dengan kilau orange terdiam, burung berkicau bagai penyembuh ditemani angin memberi bukti bahwa alamnya masih terjaga, memberi kesan alami mendalam.

Ini waktu, yang masih ku andaikan bisa digenggam untuk ku buang dalam jurang. Agar tak mengikuti dan menakuti dalam gerak-gerik kehidupan.

Datang saja menghantui, mengajak berlari. Tak peduli, mencoba saja bersahabat denganku. Ahhh waktu, jika tak berteman pastilah bermusuhan hingga tak jarang kita saling menyalahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname