Dalam
jenuh, aku terima makna. Aku bersandar menunggu waktu. Yahh.. waktu. Meskipun
saat ini terbuka lebar, tapi keheningan dan kebosanan seperti menutup rapat
waktu itu.
Dalam
jenuh, aku terdiam melihat kilauan air dari tamparan sang mentari sore. Ia
menyelah di antara dedaunan bakau hingga menemukan si kecil menari di bawah dau
kering yang jatuh, mengambang di atas air payau.. ohh ikan kecil engkau muda
dan penuh semangat sedang menyindir yang sepi dan diam.
Sore dengan
kilau orange terdiam, burung berkicau bagai penyembuh ditemani angin memberi
bukti bahwa alamnya masih terjaga, memberi kesan alami mendalam.
Ini
waktu, yang masih ku andaikan bisa digenggam untuk ku buang dalam jurang. Agar
tak mengikuti dan menakuti dalam gerak-gerik kehidupan.
Datang
saja menghantui, mengajak berlari. Tak peduli, mencoba saja bersahabat
denganku. Ahhh waktu, jika tak berteman pastilah bermusuhan hingga tak jarang
kita saling menyalahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar