Selasa, 21 Maret 2017

AWAL SEMULA (Part 1)

AWAL SEMULA (Part 1)


      Sebetulnya, aku tak pernah menyukai yang namanya sejarah. Kenapa ? terlalu banyak nama tokoh yang berkesan tetapi sulit untuk di ingat. Korelasi satu tokoh dengan tokoh lainnya terkadang sulit untuk ditemukan. Berapa kali saya mencoba untuk mempelajari sejarah tapi hasilnya tetap itu-itu saja. Sulit di hapal, dan entah mulai dari mana.

      Memang sudah jauh hari, bulan bahkan tahun penasaran dalam kepalaku tentang proses peradaban yang terjadi di dunia ini. Mengapa? Karena yang aku tahu peradaban ataupun perubahan evolusi karakter manusia itu tidak berlangsung cepat dan butuh proses yang panjang untuk memulai sistem kehidupan yang lebih tertata.

      Maka aku mulai dengan sosok pria yang luar biasa telah mengguncang dunia. Pernah saya membaca tokoh itu berada pada posisi pertama dari seratus orang yang paling berpengaruh terhadap dunia. Dan penulis tersebut mengatakan bahwa dialah Muhammad S.A.W. siapa dia ?, mengapa setiap orang yang beragama islam harus mengakui bahwa dia adalah utusan Sang Pencipta. Kenapa Beliau menjadi orang terpilih dari jutaan manusia pada saat itu ?.

      Muhammad S.A.W, panglima, presiden, pembawa cahaya kebenaran membuatku penasaran. Beragama macam agama yang pada dasarnya bersumber dari Tuhan, Muhammad S.A.W  membawa agama Islam yang dikatakan agama yang sempurna. memang. Manusia takkan pernah menandingi sumber agama ini. Jelas sekali dalam surah Al-Baqarah bahwa sumbernya langsung dari Tuhan dengan perantaraan malaikat Jibril yang pertama kali di terima oleh Nabi Muhammad S.A.W di gua Hira.

      Secara logika, mungkin itu tidak masuk akal. Karena diceritakan bhawa wahyun diantar oleh mahluk yang bercahaya. Tapi kenapa manusia (modern) percaya bahwa itu kebenaran ?. jelas karena sumber (Al-Qur’an) benar-benar teruji bahkan berisi ancaman, prediksi yang jelas dan tepat. hal itu telah banyak membuat manusia angkat tangan, dan mengakui bahwa agama ini adalah agama langsung dar Tuhan. Sekalipun otaknya sangat pintar, ilmu yang begitu luas, tak bisa mengalahkan kebenearan Al-Quran yang di bawa Muhammad S.A.W.

      Diwriwayatkan bahwa, Al-Qur’an yang dibawa oleh Muhammad S.A.W berangsur-angsur, artinya tidak hanya satu kali semua ayat itu turun. Tapi rentang waktu yang cukup lama. Lalu bagaimana manusia mulai percaya dengan ajaran Nabi Muhammad S.A.W ?. bagaimana dengan agama lain, jika agama yang dibawakan Muhammad S.A.W adalah kebenaran yang sebenarnya apakah agama sebelumnya tidak sepenuhnya benar? 

Rabu, 12 Oktober 2016

Cerita Berbekas

Suara alami yang sunyi dengan iringan lagu dari tiupan angin menerpa dedaunan. Seperti dalam suasana tenang yang dirasakannya saat ini. Namun kawan jika engkau lihat langsung dirinya engkau akan mengatakn dia gila. Duduk terdiam memikirkan suatu hal yang kawan takkan pernah tahu itu. Tahukah kalian dia saat ini berada di kebisingan malam, tengah malam.

Suara gaduh, suara manusia, kendaraan mewarnai telinganya. Musik pun tak lepas, ditambah Televisi dengan volume tinggi bermain sendirian. semua sibuk pada dirinya masing-masing. bagai tikus yang mencari makan tak hiraukan keluarga bahkan saudara saat bertemu dijalanan. kacau, tapi ia mengatakan damai ? mungkin dia stres kawan. 

Lamanya ia diam, tak lama itupun ia menggerakan jarinya mengetik satu kata demi kata menjadi paragraf yang ternyata isinya berisi tentang kata-kata yang cukup menyedihkan. Ternyata ia mengenang cerita yang pernah ia ukir bersama kwan-kawannya. 

Ia teringat ketika langkah yang begitu pasti meraih yang ia sebut dengan mimpi sang revolusioner. Kawan, ia ingin jadi pemimpin. Menjadi seseorang yang membanggakan cintanya. Ingin mengacaukan pemikiran cintanya. Kau tahu kawan, ia telah mendapat masalah. Ingin membongkar masalah itu, memutuskan suatu batasan. Hingga ia bisa memerdekakan pikiran cintanya. Engkau mungkin tak mngeti bahasaku karena cuma dia yang mengerti kenapa dirinya ingin memerdekakan orang lemah yang pemikirannya telah terkontaminasi oleh ketidakadilan.


Semacam Rindu

RINDU



Bila teringat masa dikala kita bercerita tentang kemajuan, pola pikir, tujuan dan tentang masa depan distulah tercipta rindu. Mungkin engkau tak sadar karena engkau masih memilki mereka yang dulunya adalah satu lingkaran kecil kita. Dulu, cerita kita yang dulu penuh kebersamaan namun hilang diterjang kesalah berpikir saya kamu dan kita. Seperti ombak menabrak kapal laut yang sanggup memecahkan tujuan dan kebersamaan. 

Rindu yang saling melekat kecil dibagian sisi hidup kita menjadi bukti masih ada seberkas harapan yang dulu kita ikrarkan meski saat ini terbungkus abu ego masing-masing. Adakah pertanyaan melayang pada diri kita sejauh mana saat ini kita melangkah ? dengan alsan apa kita melupakan ikrar itu ? ataukah sengaja kita menghilang untuk bertemu kembali melepas rindu yang sehebat-hebatnya ?. Kita berasal dari satu titik yang melebur untuk menemukan titik yang kembali menyatukan oleh adanya pemikiran hebat. 

Dasar kehidupan yang berbeda justru membuat deviasi tujuan kita. Membuat tingkatan, kelas, yang menibulkan perbedaan yang begitu kental sehingga kita menjadi manusai yang mengagungkan ego. 

Entah dimana pertemuan dan oleh kejadian sperti apa kita kembali berada pada stu titik yang disebut dengan kebersamaan oleh cinta. Aku yang rindu rumah, ingin membuktikan bahwa bekas kerja keras bersama dengan ego akan membawa kita masing-masing untuk menapaki jalan menuju puncak. Aku rindu kalian dan aku ingin kita bertemu di puncak ! yah.. puncak yang membanggakan !

Minggu, 09 Oktober 2016

SESAL

Ketika hati dalam kegelapan, saat itu pikiran menjadi tak terarah. Tindakan menjadi tak bermakna dan mungkin hanya kesia-saan yang akan diperbuat dengan sesal akan datang menghampiri. Hatilah yang menjadi awalnya, rapuh tidaknya ditentukan oleh kemampuan pribadi mengarahkan jiwa agar tak berada dalam kesesatan akibat hawa nafsu yang mengganggu. 

lalu siapa yang salah ketika kita berani meninggalkan tanggung jawab dan kewajiban ? sedangkan Tuhan mengirim itu untuk kebaikan dan kebahagiaan kita. Memberi kita cobaan supaya kita belajar bersyukur. Salah kah Tuhan ?. Tentu tidak. Lalu apa yang membuat kita berani mengatakn Tuhan salah ? Atau mungkin kita punya Tuhan lain. Handhpone, Laptop, keberadaannya seperti kebutuhan primer. Lalu bagaimana dengan Wahyu yang Tuhan berikan kepada kita ? seperti itu sudah punah dipikiran.

Hilangnya benda yang ada disamping kita mungkin membuat kesedihan karena cinta yang telah berlebih ditorehkan kepadanya. Lalu tanya muncul dibenak ? bukankah itu syirik ? Engkau mencintai benda melebihi Penciptamu ?. 

Renungilah, Ilmu yang lebih penting adalah agama yang membentuk kepribadian. Ilmu dunia adalah kumpulan pemikiran-pemikiran manusia yang kebenarannya masih dipertanyakan. 

Dia Lupa Cinta





Seorang anak muda yang sendirian duduk dibawah pikiran tak berarah. Nasibnya, masa depannya buram meski sesekali mimpi yang menenangkan muncul di kepalanya. Oh malangnya. Dia bingung kemana arah yang tepat, apa yang harus ia pilih ? mungkinkah Besar ?, dia ingin besar ? menjadi manusia penting ?. Membuat kedua orang tuanya bangga, tapi ia tak berani keluar dari zona kesepiannya. Ia Bahkan merasakan bahwa itulah hidupnya. Kamarnya adalah kumpulan mimpi yang terangkai menjadi dongeng. Untuknya tidur nyenyak. Entahlah perasaan apa yang telah hilang darinya. Cinta ?. Yah ia lupa bagaimana caranya mencintai. Dia tidak ingat siapa yang peduli dan mencintainya. ahh. alangkah sendiri ini mmbuat kesepian dengan rindu yang tak terelakkan. 

Andai saja ia tidak lupa, mungkin ia saat ini terbang kemana-mana untuk mencari apa yang belum ia perbuat. membuat suatu hal baru yang bisa mengukir namanya pada batu sejarah. namun hanya angan, ia lupa. Sangat lupa. Berdoa memohon cinta itu kembali. tapi bahkan berdoa pun ia tak tahu. Sungguh dirinya dalam penjara dunia sesungguhnya. kepada siapa akan memohon sedangkan orang-orang tak lagi hidup dimatanya. 

Jikalau cinta masih melekat dalam dirinya, mungkin ia hidup dalam tawa dan duka. merasakan bahwa kita ini bersama bukan seorang yang mengejar pribadinya. agungkan dirinya hingga lupa siapa disekitarnya. ahh.. rindu pada cinta yang berlebih. bagaimana ia akan kembali jika hampir dia lupa dimana dirinya ? ohh,, aneh ia tak melihat jejaknya sampai lupa pula jalan mana yang telah dilaluinya. ia akan kembali jika ia tau jalan karena di jalan yang telah dilewatinya tertinggal cinta yang sangat ia butuhkan.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Sejarah Negara Indonesia (1)

PENGERTIAN NEGARA





Negara merupakan asosiasi manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan terakhir dari setiap negara adalah menciptakan kebahagiaan rakyatnya. 

Berikut Pendapat para ahli tentang pengertian dari Negara:

Aristoteles
Menurut Aristoteles, negara (polis) adalah suatu persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya.
Mac Iver
Negara adalah persembatanan (penarikan) yang bertindak lewat hukum yang direalisasikan oleh pemerintah yang dilengkapi dengan kekuasaan untuk memaksa dalam satu kehidupan yang dibatasi secara teritorial mempertegak syarat-syarat lahir yang umum dari ketertiban sosial.
Logeman
Negara adalah organisasi kemasyarakatan yang dengan kekuasaannya bertujuan untuk mengatur dan mengurus masyarakat tertentu.
Ibnu Chaldun
Negara adalah masyarakat yang mempunyai wazi’ dan mulk (kewibawaan dan kekuasaan).
Max Weber
Negara adalah suatu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah).
Bellefroid
Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.
Harold J. Laski
Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.
J.J. Rousseau
Negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dan harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka.
Roger H. Soltau
Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
Krannenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=qz_XJnBXVZY 

Sabtu, 06 Agustus 2016

Saya Pikir ?

Saya pikir kehidupan ini lucu. Terkadang kemarin kita menumpahkan air mata. Tapi nyatanya sekarang kita tersenyum lebar. Ini tentang keadilan dan hukum alam. Dimana pun kita berpijak selalu ada keadilan dari-Nya.

Saya pikir semakin manusia mengisi kepalanya, semakin ia merasa tak ada apa-apanya. Yah... merasa bodoh dan sangat rendah. Namun, jika hanya mengisi dengan sedikit saja maka justru akan menjadikan dirinya sombong dan mengaku bahwa dia pintar untuk itu. Padahal hanya secuil ilmu yang ia dapatkan dari perjuangan menempuh ilmu sementaranya.

Saya pikir ini menjadi hal yang paling mendasar dalam menjaga komunikasi dengan manusia lain. Maksudnya, dengan merasa rendah dihadapan orang maka otomatis mereka akan menghormati kita sehingga jalur komunikasi dan persaudaraan akan terjalin dengan lancar. Beda halnya jika kita merasa  pintar darinya, maka mereka akan berprasangka bahwa kita sombong hanya untuk hal-hal kecil. Sedangkan dalam ilmu sebab akibat ini tak lain dan tak bukan merupakan salah satu akar dari kebencian.

Oleh karenanya perlu kajian terhadap diri pribadi. Sudah seberapa banyak ilmu yang didapatkan dan sberapa besar tingkat kesadaran akan kebodohan. Memandang ke arah atas, bahwa banyaklah tantangan dan melihat ke bawah menjadi pembelajaran tentang sedekah baik itu ilmu maupun dalam bentuk materi.


Comments system

Disqus Shortname