Minggu, 09 Oktober 2016

SESAL

Ketika hati dalam kegelapan, saat itu pikiran menjadi tak terarah. Tindakan menjadi tak bermakna dan mungkin hanya kesia-saan yang akan diperbuat dengan sesal akan datang menghampiri. Hatilah yang menjadi awalnya, rapuh tidaknya ditentukan oleh kemampuan pribadi mengarahkan jiwa agar tak berada dalam kesesatan akibat hawa nafsu yang mengganggu. 

lalu siapa yang salah ketika kita berani meninggalkan tanggung jawab dan kewajiban ? sedangkan Tuhan mengirim itu untuk kebaikan dan kebahagiaan kita. Memberi kita cobaan supaya kita belajar bersyukur. Salah kah Tuhan ?. Tentu tidak. Lalu apa yang membuat kita berani mengatakn Tuhan salah ? Atau mungkin kita punya Tuhan lain. Handhpone, Laptop, keberadaannya seperti kebutuhan primer. Lalu bagaimana dengan Wahyu yang Tuhan berikan kepada kita ? seperti itu sudah punah dipikiran.

Hilangnya benda yang ada disamping kita mungkin membuat kesedihan karena cinta yang telah berlebih ditorehkan kepadanya. Lalu tanya muncul dibenak ? bukankah itu syirik ? Engkau mencintai benda melebihi Penciptamu ?. 

Renungilah, Ilmu yang lebih penting adalah agama yang membentuk kepribadian. Ilmu dunia adalah kumpulan pemikiran-pemikiran manusia yang kebenarannya masih dipertanyakan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname