Saya pikir
kehidupan ini lucu. Terkadang kemarin kita menumpahkan air mata. Tapi nyatanya
sekarang kita tersenyum lebar. Ini tentang keadilan dan hukum alam. Dimana pun
kita berpijak selalu ada keadilan dari-Nya.
Saya pikir semakin
manusia mengisi kepalanya, semakin ia merasa tak ada apa-apanya. Yah... merasa
bodoh dan sangat rendah. Namun, jika hanya mengisi dengan sedikit saja maka
justru akan menjadikan dirinya sombong dan mengaku bahwa dia pintar untuk itu.
Padahal hanya secuil ilmu yang ia dapatkan dari perjuangan menempuh ilmu
sementaranya.
Saya pikir ini
menjadi hal yang paling mendasar dalam menjaga komunikasi dengan manusia lain.
Maksudnya, dengan merasa rendah dihadapan orang maka otomatis mereka akan
menghormati kita sehingga jalur komunikasi dan persaudaraan akan terjalin
dengan lancar. Beda halnya jika kita merasa
pintar darinya, maka mereka akan berprasangka bahwa kita sombong hanya
untuk hal-hal kecil. Sedangkan dalam ilmu sebab akibat ini tak lain dan tak
bukan merupakan salah satu akar dari kebencian.
Oleh karenanya
perlu kajian terhadap diri pribadi. Sudah seberapa banyak ilmu yang didapatkan
dan sberapa besar tingkat kesadaran akan kebodohan. Memandang ke arah atas,
bahwa banyaklah tantangan dan melihat ke bawah menjadi pembelajaran tentang
sedekah baik itu ilmu maupun dalam bentuk materi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar