Angka sembilan belas, yah angka yang telah aku lewati. Saat ini berada pada usia yang ke dua puluh. Telah banyak cerita meskipun sepenuhnya belum berkesan. Telah banyak penyesalan yang setiap kali menggangu kinerja otak. Sekian banyak pemikiran negatif yang merusak sosial. Sampai benar-benar merasakan pola kehidupan yang berantakan. Labil, di usia ini adalah proses dewasa yang cepat saja berganti merubah dari yang benar kembali ke yang salah. Terlalu mementingkan nyaman sehingga lupa akan kemana arah dan tujuan kehidupan yang sebenarnya. Angka sembilan belas memberi implikasi yang menyatakan aku bukanlah siapa-siapa.
Tuhan, aku syukuri umur yang telah
engkau beri, menjadi lebih dewasa aku pada saat ini. Memberi arti bahwa detik,
menit, jam yang telah berlalu adalah masa lalu yang harusnya bisa dikenang.
Maksudnya waktu lalu harusnya memiliki makna sehingga bisa berkesan.
Menggunakan kehidupan dengan sebaik-baiknya adalah yang utama. Kita butuhlah
pola pikir tentang bagaimana menganalisa dan menggunakan waktu dengan
pertimbangan yang benar-benar matang sehingga hasilnya patut membanggakan.
Manusia memang selalu berada dalam
konsep ketidakaturan, salah satunya tentang hati. Bukan tidak mungkin, karena
memang Tuhanlah yang membolak balikkan hati manusia. Ini menjadi salah satu
penyebab begitu mudahnya manusia terlena dengan kehidupan yang hasilnya masih
dipertanyakan, semoga saja kita berada dalam lindungan Tuhan sehingga segala aktifitas
bisa kita jalankan dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan nilai
kuantitas dan kualitas kehidupan yang kita buat saat ini.
Harus kita mengerti bahwa kehidupan kita
adalah kehidupan yang terjadi sekarang ini, yang kita lakukan saat ini. Yang menjadikan
kita hebat nantinya jika memang kehidupan ini dilakukan denga maksimal disertai
pertimbangan yang benar dan juga mengacu pada kebaikan.
Coba renungkan, jika dalam detik yang
kita rasakan saat ini dipergunakan dengan sepenuh hati. Mengalir dengan darah
yang damai. Menikmati detik-demi detik yang berlalu sehingga kita benar-benar
merasakan bahwa setiap detik itu sangat berguna sangat menentukan kualitas
kehidupan kita. Sehingga nanti terbungkus cerita yang bermakna dan patut untuk
dikenang.
Kehidupan sejatinya terjadi pada detik ini,
pergunakan detik demi detik sehingga menjadi menit sampai pada suatu kesimpulan
bahwa waktu yang baru saja berlalu
adalah waktu yang bemanfaat atau bisa merubah. Lihat sekecil-kecilnya apa yang
saat ini kita lakukan. Semua berawal dari hal kecil. Kita butuh itu,
perbaikilah hal kecil itu sehingga tercipta hal besar yang bersejarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar