Hari ini, aku masih berbicara tentang
kehidupan. Hidup yang pada hakikatnya bersumber dari aktivitas apa pada detik
ini dilakukan. Kapasitas dalam penggunaan waktu detik demi detik saat ini
adalah penentuan kualitas dan kuantitas hidup yang bisa diprediksi kedepannya. Masa
depan yang telah direncanakan bergantung pada pemanfaatan waktu yang berjalan
saat ini juga. Oleh karenanya jika waktu luang yang tersedia saat ini masih
saja semakin melebar maka keberhasilan atau baiknya masa depan itu masih
dipertanyakan.
Manusia yang bersifat instan memang
selalu mengharapkan segalanya menjadi cepat dan berkualitas. Seiring dengan
perkembangan zaman, kehidupan manusia sudah beralih dan seakan-akan dikuasai
oleh keberadaan teknologi. Mesin, yah inilah yang menjadikan manusia lupa
dengan sumber daya ototnya. Salah satu dampak dengan tidak adanya gerakan
adalah manusia semakin malas dan tak mau berupaya keras menemukan hasil yang
sebetulnya sangat memuaskan.
Mengapa bisa ? manusia yang telah
diperbudak oleh teknologi menjadikannya sebagi subjek yang cenderung
mengutamakan kesenangan. Meskipun memang sangat dibutuhkan akan tetapi jika
manusia terus saja berada dalam zona kesenangan, maka suatu saat ketika
kesedihan/kesulitan menjadi balasan akan menyiksa batin karena bukan kebiasaan.
Hal inilah yang nantinya manusia jadikan
sebagai sumber rasa kecewa terhadap Tuhannya. Meskipun secara jelas memang
tidak terlihat adanya penyembahan-penyembahan selain kepadaNya namun pada
dasarnya adalah suatu pengkhianatan terhadap Tuhannya sendiri. Mengapa ? karena
manusia masih saja merasa Teknologilah yang menjadikannya hebat, mudah, senang,
dan nyaman padahal yang menciptakan teknologi itu adalah pencipta subjek pembuat
teknologi tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar